AMBALAN TEUKU UMAR CUT NYAK DIEN


SEJARAH AMBALAN TEUKU UMAR CUT NYAK DIEN :


Sejarah pengambilan nama ambalan Teuku Umar Cut Nyak Dien 


Sekilas Menengok Sejarah : 
Saat terjadi Perang Aceh pada 1873, Umar masih berusia 19 tahun. Kendati masih cukup belia. ia turut dalam peperangan itu bersama pejuang pejuang Tanah Rencong lainnya. Pada 1880, beliau melamar Cut Nyak Dien. Setelah pernikahannya dengan Teuku Umar, Cut Nyak Dien mendampingi suaminya bertempur melawan Belanda.
Pada 30 September 1893, beliau dan pasukannya yang berjumlah 250 orang pergi ke Kutaraja (Banda Aceh) dan “menyerahkan diri” kepada Belanda. Awalnya Umar dicap sebagai pengkhianat, tetapi rupa-rupanya tindakan Umar itu adalah taktik untuk
menipu Belanda demi mendapatkan tambahan perlengkapan tempur dan mengetahui strategi perang Belandà selanjutnya. Teuku Umar mencoba untuk mempelajari taktik Belanda, sementara pelan-pelan mengganti sebanyak mungkin orang Belanda di unit yang ia kuasai dengan pejuang Aceh. 
Menuju Inti Sari :
"Kenapa ambalan kita memilih pahlawan Teuku Umar Cut Nyak Dien ?? jawab : karena dari perjuangan mereka, merupakan inspirasi dari gugus depan kami.Karena selagi mereka berjuang melawan penjajah beliau mereupakan sepasang suami istri dan berjuang bersama melawan penjajah". Dengan ini jadi tujuan kami mengambil nama ambalan Teuku Umar Cut Nyak Dien adalah keinginan kita untuk sama dengan usaha beliau memperjuangkan kemerdekaan. 
Dan ini yang menarik meskipun di pramuka menganut sistem satuan terpisah tapi kita ingin menyatukan hati kita sesama ambalan Teuku Umar Cut Nyak Dien karena beliau merukapakan pasangan suami istri.

Komentar